Frekuensi.co,SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui pengelola Dermaga Mahakam Ulu Samarinda telah menyiapkan 23 armada kapal untuk mengantisipasi lonjakan pemudik menjelang Idul Fitri 2026. Meski puncak arus mudik diprediksi baru terjadi pada H-7, geliat aktivitas sudah mulai terasa sejak pertengahan Ramadan.
Kepala Dermaga Mahakam Ulu, Fadlin, mengungkapkan bahwa saat ini peningkatan justru didominasi oleh pengiriman logistik. “Para pedagang memilih menyetok bahan pokok lebih awal guna menghindari kelangkaan di wilayah hulu,” ujarnya, Sabtu (7/3).
Data empat hari terakhir mencatat sebanyak 506 penumpang dan 167 ton logistik telah diberangkatkan. Terbaru, KM Akbar Amanda 01 bertolak menuju Kutai Barat dan Mahakam Ulu dengan membawa 100 penumpang serta 80 ton barang. Keunggulan transportasi air yang menawarkan kenyamanan beristirahat di tengah kondisi infrastruktur jalan darat yang belum optimal menjadi alasan utama masyarakat tetap setia menggunakan jasa kapal sungai.
Berikut adalah poin-poin utama kesiapan transportasi sungai di Samarinda:
-
Armada: 23 kapal sungai disiagakan penuh.
-
Tren Saat Ini: Fokus pada distribusi bahan pokok oleh pedagang untuk menjaga stabilitas stok di kawasan hulu (Kutai Barat & Mahakam Ulu).
-
Statistik Terkini: Dalam 4 hari terakhir, 167 ton logistik dan 506 orang telah diberangkatkan.
-
Keamanan: Pengelola menjamin seluruh muatan kapal (termasuk KM Akbar Amanda 01 yang membawa 80 ton logistik hari ini) tetap dalam batas aman pelayaran.
-
Mengapa Kapal? Penumpang (seperti Anas dan Suyadi) memilih kapal karena faktor kenyamanan. Berbeda dengan jalur darat yang melelahkan, kapal memungkinkan penumpang tidur nyenyak dan meluruskan kaki selama perjalanan jauh.
Menembus Hulu Mahakam: Menanti Lebaran di Atas Riak Sungai
Bagi warga pedalaman Kalimantan Timur, kapal sungai bukan sekadar transportasi, melainkan “rumah kedua” yang nyaman menuju kampung halaman. Menjelang Idul Fitri 2026, Dermaga Mahakam Ulu Samarinda mulai sibuk. Bukan hanya oleh pemudik, tapi oleh puluhan ton kebutuhan pokok yang harus sampai ke hulu sebelum Lebaran tiba.
Fadlin, Kepala Dermaga, memastikan 23 kapal siap beroperasi. Ia mencatat bahwa meski penumpang belum memuncak, arus logistik sangat deras. Bagi penumpang seperti Anas dan Suyadi, memilih jalur sungai adalah keputusan logis. Di saat jalan darat masih bergelombang, dek kapal menawarkan kemewahan sederhana: bisa tidur pulas dan meluruskan kaki hingga sampai ke tujuan di Melak atau Long Bagun. Dengan standar keselamatan yang terjaga, transportasi sungai tetap menjadi primadona konektivitas di Kaltim.
(Frekuensi.co,/Ham)

