Frekuensi.co,Bandung-Mengubah bijih besi menjadi logam dalam dua menit berhasil dilakukan oleh Prof. Dr.Ing. Zulfiadi Zulhan, S.T., M.T. IPM.
Prof Zulfiadi adalah Guru Besar Kelompok Keahlian Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB), yang membuat reaktor plasma hidrogen bisa mengubah berbagai macam logam dalam waktu singkat tanpa banyak alat.
Selain bijih besi, melalui reaktor ini bisa membuat bijih nikel saprolit menghasilkan feronikel dalam waktu 1,5 menit saja.
Prof Zulfiadi menyampaikan hasil karyanya pada orasi ilmiahnya yang berjudul “Reaktor Plasma Hidrogen untuk Produksi Logam yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan”. “Reaktor plasma hidrogen menggunakan green hydrogen dan sumber listrik EBT merupakan alternatif produksi logam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mari kita realisasikan pengolahan logam yang greener, cleaner, faster, smarter bersama,” tuturnya, dilansir dari laman ITB saat menyampaikan orasinya beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, pembuatan reaktor ini dipicu dari kenaikan temperatur muka bumi yang sudah mencapai angka 1,58 celsius. Angka itu membuat cuaca juga terasa lebih panas. Ternyata salah satu faktornya adalah industri pengolahan logam yang menggunakan blast furnace dan menghasilkan emisi CO² cukup banyak. Masalah ini harus segera diatasi sebelum menyebabkan risiko kekeringan, gelombang panas, juga curah hujan yang tidak teratur.
Dalam upaya memproduksi logam yang tidak meninggalkan jejak karbon, Prof. Zulfiadi mengenalkan reaktor plasma hidrogen yang memanfaatkan hidrogen sebagai reduktornya. Sampai saat ini, telah dilakukan berbagai percobaan dalam skala laboratorium untuk memproduksi logam menggunakan reaktor plasma hidrogen. Percobaan awal dilakukan dengan menggunakan bijih besi limonit (gutit). Dalam waktu 1 menit, bijih tereduksi sebagian menjadi logam. Lalu, dalam waktu 2 menit, bijih berhasil tereduksi sempurna menjadi logam. Percobaan dilanjutkan menggunakan bijih nikel saprolit untuk menghasilkan feronikel. Dalam waktu 1,5 menit, dihasilkan feronikel dengan kandungan >20 persen dan angka recovery mendekati 100 persen. Percobaan terbarunya, ia mencampurkan bijih nikel dan kromit untuk menghasilkan baja tahan karat.(Frekuensi.co,/hmk)

