Frekuensi.co, Samarinda- Polemik pungutan biaya wisuda di sekolah kembali mencuat di Kota Tepian. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie angkat bicara terkait isu yang kembali ramai diperbincangkan ini, khususnya mengenai pungutan sebesar Rp500 untuk acara wisuda di hotel berbintang.
Novan menekankan pentingnya edukasi menyeluruh kepada semua pihak terkait, mulai dari sekolah, tenaga pendidik, orang tua, hingga siswa. “Ini perlu namanya edukasi baik dari pihak guru maupun dari pihak pendidikan. Bahkan kita semua, bukan berkaca dari kesepakatan saja, harus jelas,” ujarnya.
Meski pihak sekolah berdalih bahwa keputusan tersebut merupakan kesepakatan siswa, Novan mengingatkan pentingnya mempertimbangkan aspek psikologis siswa dari keluarga kurang mampu.
“Bagaimana psikologi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu, tidak bisa memberikan kontribusi, akhirnya tidak bisa ikut di situ bagaimana perasaan anaknya dipikirkan,” terangnya.
Novan menegaskan bahwa komite sekolah perlu melakukan pertimbangan matang sebelum menyetujui permintaan siswa.
“Walau 70 persen suara mengatakan keinginan wisuda di hotel, perlu pertimbangan mengingat masukan orang tua dan wali murid. Jangan sampai nanti muncul bullying, perlu diingat itu,” pungkasnya. (ham/adv)

