Frekuensi.co,Surabaya-Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat jelang laga krusial melawan Borneo FC pada pekan ke-16 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dua pilar utama di posisi bek sayap, Ardi Idrus dan Arief Catur, dipastikan absen akibat sanksi kartu merah dan akumulasi kartu kuning.
Absennya dua pemain kunci tersebut membuat pelatih Paul Munster harus memutar otak untuk menyusun strategi pertahanan. Nama Kasim Botan dan Riswan Lauhin menjadi kandidat utama pengganti di posisi bek kiri dan kanan Green Force.
Meski bukan bek murni, Kasim Botan dan Riswan Lauhin diharapkan mampu menjalankan tugas dengan baik. Keduanya telah menunjukkan performa yang solid dalam beberapa kesempatan saat diberi kepercayaan tampil.
Namun, kekhawatiran tetap mengemuka mengingat agresivitas lini depan Borneo FC yang dikenal berbahaya. Dengan kondisi ini, lini pertahanan Persebaya Surabaya diprediksi akan bekerja ekstra keras demi menjaga gawang tetap aman.
Pada sesi latihan terakhir, tim pelatih fokus menjaga kebugaran pemain melalui latihan ringan. Jadwal padat Liga 1 membuat waktu persiapan antarpertandingan menjadi sangat singkat, sehingga tim harus pintar mengatur intensitas latihan.
Persebaya Surabaya saat ini memimpin klasemen Liga 1 dengan raihan 34 poin dari 15 pertandingan. Green Force sukses mencatatkan 10 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 1 kekalahan, dengan torehan 20 gol dan kebobolan 10 gol.
Di sisi lain, Borneo FC berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 26 poin. Pesut Etam meraih 7 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 3 kekalahan dari 15 pertandingan yang telah mereka lakoni.
Laga melawan Borneo FC akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (20/12) pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim sama-sama bersaing di papan atas Liga 1.
Nama lain yang berpotensi mengisi posisi bek sayap adalah Alfan Suaib. Pemain muda ini juga memiliki kemampuan bermain di berbagai posisi, termasuk fullback, yang bisa menjadi opsi tambahan bagi pelatih.
Absennya Ardi Idrus dan Arief Catur tidak hanya berdampak pada lini pertahanan, tetapi juga pada kemampuan Persebaya Surabaya dalam membangun serangan. Kedua pemain ini dikenal memiliki kontribusi besar dalam membantu lini depan melalui overlapping run dan umpan-umpan akurat.
Di sisi lain, Borneo FC datang dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin di kandang Persebaya Surabaya. Lini depan mereka, yang dipimpin oleh striker andalan Léo Gaúcho, diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Green Force.
Kondisi skuad Persebaya Surabaya yang pincang ini membuat laga melawan Borneo FC menjadi tantangan besar. Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita diharapkan mampu memberikan semangat tambahan bagi para pemain.
Paul Munster tentu akan berusaha memaksimalkan potensi yang ada dalam timnya. Rotasi pemain dan penyesuaian taktik menjadi kunci untuk menjaga performa Persebaya Surabaya di pertandingan ini.(Frekuensi.co,/Ham)

