Pj Gubernur dan Kapolda Kaltim Tinjau Pencoblosan Pemilu Serentak 2024 di TPS 10 Samarinda Ulu

Frekuensi.co, Samarinda-  Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik bersama Forkopimda Kaltim meninjau dan monitoring pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 di Kota Samarinda, Provinsi Kaltim, Rabu 14 Februari 2024.
Kunjungan monitoring dimulai dari TPS 10 Samarinda Ulu, Kelurahan Teluk Lerong Ilir. Dengan jumlah DPT 201, terdiri dari laki-laki 94 dan perempuan 107.
Di TPS ini rombongan Akmal Malik dan Forkopimda, Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni, Kepala OPD Pemprov Kaltim dan Wawali Samarinda, Rusmadi disambut Ketua KPPS Fitriansyah.
Monitoring berlanjut ke TPS 043. Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang. Dengan DPT 164. Terdiri laki-laki 82, perempuan 82. Di TPS 043 rombongan Akmal Malik disambut Forkopimda Kecamatan dan Ketua KPPS M Irfan Maulana.
Terakhir, monitoring di TPS 006 Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Dengan jumlah DPT 246, terdiri pemilih laki-laki 132 dan perempuan 114 orang.
Di TPS ini, rombongan Pj Gubernur disambut Ketua KPPS M Rio Arezky. Pukul 09.30 wita di TPS 006 Bukit Pinang sudah kurang lebih 50 pemilih yang menentukan pilihannya.
Di sela monitoring, Pj Gubernur Akmal Malik mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menggunakan hak pilihnya.
“Alhamdulillah, kami bersama Forkopimda Kaltim hingga TPS ketiga ini, antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan sudah mencapai kurang lebih 50 persen yang menentukan hak suaranya,” kata Akmal Malik didampingi Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto, Kajati Kaltim Hari Setiyono, Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni dan Wawali Samarinda Rusmadi.
Pemprov Kaltim meminta KPPS se Kaltim setelah istirahat Ishoma, untuk bisa mengumumkan lagi di masjid-masjid agar masyarakat yang belum menentukan pilihannya atau hak suaranya segera ke TPS.
Karena itu, dii meminta warga Benua Etam untuk berbondong-bondong ke TPS menggunakan hak suaranya.
Sebab, memberikan hak suara, membuktikan sebagai warga Indonesia yang baik.
“Partisipasi masyarakat sudah berjalan baik. Kita harapkan mencapai 90 persen,” harapnya. (hum/sip).

Artikel Terkait