Frekuensi.co,Samarinda – Unggahan video testimoni mengenai program “Gratispol” oleh sejumlah sekolah di Kalimantan Timur memicu perbincangan hangat di media sosial. Menanggapi spekulasi yang berkembang, pihak SMA Negeri 1 Samarinda memberikan klarifikasi tegas bahwa video tersebut murni merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi, bukan aksi politisasi.
Plt. Kepala SMA Negeri 1 Samarinda, Syawal Arifin, menjelaskan bahwa unggahan tersebut adalah upaya sekolah sebagai instansi di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk menginformasikan bahwa bantuan program telah terealisasi. Program yang dimaksud adalah pembagian seragam sekolah gratis yang telah diterima oleh sekitar 450 siswa kelas 10 di sekolah tersebut.
“Ini murni sebagai institusi di bawah Pemprov yang ingin memberi informasi bahwa bantuan dari pemerintah provinsi sudah sampai ke sekolah kami,” ujar Syawal Arifin.
Lebih lanjut, Syawal menambahkan bahwa pembuatan video tersebut mengandung nilai edukasi karakter bagi para murid. Melalui video itu, sekolah ingin membiasakan siswa untuk menghargai dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh pihak lain.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, turut menegaskan bahwa pihak dinas tidak pernah mengeluarkan instruksi resmi kepada sekolah-sekolah untuk membuat video ucapan terima kasih tersebut.
Meski demikian, Armin menekankan bahwa sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola pelayanan publik, pihaknya memiliki kewajiban untuk menyampaikan pertanggungjawaban kepada masyarakat atas program-program yang dijalankan.
“Kami mengapresiasi kritik masyarakat sebagai masukan. Tapi perlu dipahami, kami ini organisasi perangkat daerah yang memberikan pelayanan publik. Karena itu, kami punya kewajiban menyampaikan pertanggungjawaban kepada masyarakat,” tutup Armin.
(Frekuensi.co,/Ham)
Bantah Isu Politisasi, SMAN 1 Samarinda: Video Ucapan Terima Kasih untuk Edukasi Karakter Siswa

